Selasa, 02 Juni 2009

Pola Makan Sehat Cegah Keputihan

Keputihan adalah penyakit umum yang sering diderita perempuan dan salah satu faktor pencetusnya adalah pola makan yang tidak sehat.

Keputihan merupakan istilah awam untuk cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dalam keadaan normal berwarna putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam berwarna kuning terang. “Konsistensi seperti lendir, tidak berbau, dan tidak menimbulkan keluhan,” jelas Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) dari FKUI-RSCM

Namun, waspadai jika jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari biasa dan terus menerus muncul hingga terasa mengganggu. Ciri-cirinya, berbau (amis, apek, busuk); berwarna (putih susu, kuning tua, coklat, kehijauan, bercampur darah); konsistensi encer, berbuih hingga kental menggumpal seperti susu basi; disertai timbulnya kelainan pada daerah kelamin luar seperti benjolan atau luka-luka dan semacam sariawan.

Juga harus diwaspadai jika menimbulkan rasa gatal-panas, atau disertai dengan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual. Karena ciri-ciri di atas merupakan keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh penyakit.

“Sebanyak 92% keputihan disebabkan infeksi jamur candida albicans. Infeksi jamur ini merupakan penyebab keputihan yang sering ditemui di Indonesia. Semua perempuan pada semua usia dapat mengalami keputihan termasuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual,” kata Dwiana lebih lanjut.

Keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan daerah genitalia dan pola makan yang sehat, menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan ginekologi secara teratur termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks (pap smear) satu tahun sekali bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Banyaknya wanita yang menderita keputihan itu biasanya disebabkan karena minimnya konsumsi serat dan tingginya kadar gula. Sehingga mau tak mau jumlah dan frekuensi buang air kecil juga berkurang karena kurangnya asupan cairan.

Di samping itu, kemungkinan dapat terjadi konstipasi (sulit buang air besar). Kondisi inilah yang dapat mempengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur. Sejauh ini pembatasan jumlah gula dalam makanan/minuman dapat menurunkan risiko infeksi jamur vagina.

“Selain gula juga madu, sirop maple, molases dan semua makanan/minuman yang mengandung bahan tersebut, minuman beralkohol, makanan yang mengandung asam cuka, kacang tanah, pistasio, kacang mede, kecap, susu, softdrink, buah kering, makanan olahan, kopi dan teh,” lanjutnya.

Sementara makanan yang membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi jamur vagina di antaranya makanan probiotik seperti yoghurt atau suplemen probiotik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar